Flow Process (alur proses) rekrutmen beserta penjelasannya: Flow Process Rekrutmen 1.Identifikasi Kebutuhan (Need Identification) 2.Penyusunan Deskripsi Jabatan (Job Description) 3.Penetapan Metode Rekrutmen (Recruitment Method) 4.Pemasangan Iklan Lowongan (Job Posting) 5.Penerimaan Lamaran (Application Receiving) 6.Seleksi Administrasi (Administrative Selection) 7.Tes Tertulis/Keterampilan (Written/Skill Test) 8.Wawancara Awal (Initial Interview) 9Wawancara Lanjutan (Further Interview) 10.Tes Psikologi (Psychological Test) 11.Pemeriksaan Referensi (Reference Check) 12.Penawaran Kerja (Job Offering) 13.Onboarding Penjelasan Setiap Tahapan: 1.Identifikasi Kebutuhan (Need Identification) *Proses ini dimulai ketika ada posisi kosong atau kebutuhan untuk menambah karyawan baru. *.HRD bekerja sama dengan departemen terkait untuk memahami kebutuhan spesifik posisi tersebut, termasuk keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi yang dibutuhkan. 2.Penyusunan Deskripsi Jabatan (Job Description) *.Deskripsi jabatan yang jelas dan komprehensif sangat penting untuk menarik kandidat yang tepat. *.Deskripsi jabatan mencakup: -Judul Jabatan -Ringkasan Jabatan -Tanggung Jawab Utama -Kualifikasi (Pendidikan, Pengalaman, Keterampilan) 3.Penetapan Metode Rekrutmen (Recruitment Method) *.Metode rekrutmen dapat bervariasi, tergantung pada posisi yang dibutuhkan dan sumber daya yang tersedia. *.Metode umum meliputi: -Internal (Promosi, Transfer) -Eksternal (Iklan Lowongan, Job Fair, Agen Rekrutmen, Media Sosial) 4.Pemasangan Iklan Lowongan (Job Posting) *.Iklan lowongan harus menarik dan informatif, mencakup informasi penting seperti deskripsi jabatan, kualifikasi, dan cara melamar. *.Iklan dapat dipasang di berbagai platform, seperti situs web perusahaan, portal lowongan kerja, media sosial, dan papan pengumuman. 5.Penerimaan Lamaran (Application Receiving) *.HRD mengumpulkan semua lamaran yang masuk melalui berbagai saluran (email, formulir online, surat). *.Pastikan semua lamaran terdokumentasi dengan baik. 6.Seleksi Administrasi (Administrative Selection) *.HRD memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen lamaran dengan persyaratan yang telah ditetapkan. *.Kandidat yang tidak memenuhi persyaratan administrasi akan gugur pada tahap ini. 7.Tes Tertulis/Keterampilan (Written/Skill Test) *.Tes tertulis atau keterampilan digunakan untuk menguji pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan teknis kandidat. *.Jenis tes dapat bervariasi, tergantung pada posisi yang dilamar (misalnya, tes matematika, tes bahasa Inggris, tes pemrograman). 8.Wawancara Awal (Initial Interview) *.Wawancara awal bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum tentang kandidat dan menilai kesesuaian mereka dengan budaya perusahaan. *.Pertanyaan yang diajukan biasanya bersifat umum dan terkait dengan pengalaman kerja, motivasi, dan kepribadian kandidat. 9.Wawancara Lanjutan (Further Interview) *.Wawancara lanjutan dilakukan oleh manajer departemen atau tim yang akan menjadi atasan kandidat. *.Wawancara ini lebih mendalam dan fokus pada keterampilan teknis, pengalaman relevan, dan kemampuan kandidat untuk berkontribusi pada tim. 10.Tes Psikologi (Psychological Test) *.Tes psikologi digunakan untuk menilai kepribadian, minat, dan potensi kandidat. *.Hasil tes psikologi dapat membantu dalam memahami karakteristik kandidat dan memprediksi kinerja mereka di masa depan. 11.Pemeriksaan Referensi (Reference Check) *.HRD menghubungi referensi yang diberikan oleh kandidat untuk memverifikasi informasi dan mendapatkan umpan balik tentang kinerja kandidat di pekerjaan sebelumnya. 12.Penawaran Kerja (Job Offering) *.Setelah semua tahapan seleksi selesai, HRD memberikan penawaran kerja kepada kandidat yang terpilih. *.Penawaran kerja mencakup informasi tentang gaji, benefit, tanggal mulai kerja, dan persyaratan lainnya. 13.Onboarding *.Setelah kandidat menerima penawaran kerja, HRD melakukan proses onboarding untuk membantu karyawan baru beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya perusahaan. *.Onboarding mencakup pengenalan perusahaan, pelatihan awal, dan penugasan mentor. Catatan: *.Flow process di atas adalah contoh umum dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi. *.Beberapa tahapan mungkin dihilangkan atau digabungkan, tergantung pada kompleksitas posisi yang dibutuhkan. *.Komunikasi yang baik dengan kandidat selama seluruh proses rekrutmen sangat penting untuk menjaga citra perusahaan dan memberikan pengalaman yang positif bagi kandidat.